Tak terlalu besar, smartphone dengan layar 4,7 inci jadi idaman

Tak terlalu besar, smartphone dengan layar 4,7 inci jadi idaman
Ada banyak smartphone yang jadi pilihan kita saat ini. Biasanya selain spesifikasi andal, banyak orang yang memikirkan ukuran smartphone. Ada smartphone yang berukuran standar misalnya 5 inci ke bawah, dan banyak juga yang berukuran lebih dari 5 inci.

Menurut data dari Device Atlas, ukuran layar smartphone yang paling populer adalah 4,7 inci. Ada beberapa smartphone yang memang menggunakan ukuran layar 4,7 inci, tetapi yang paling terkenal tentu saja iPhone 6 dan 6s.

Sedangkan resolusi layar paling umum adalah 750 x 1334 piksel. Ya, lagi-lagi merupakan ciri iPhone 6 dan 6s. Biasanya, smartphone yang mengusung layar 5 inci, resolusinya lebih besar, sekitar 1080 x 1920 piksel.

Sebenarnya, di luar sana banyak smartphone yang mengusung layar Quad HD (1440 x 2560) yang membuat gambar semakin detail. Sementara ini, penggunaan smartphone dengan layar Quad HD menembus 10 persen di Amerika. Sedangkan di India, memimpin dengan 12 persen dari total pengguna smartphone.

Baca juga : Aplikasi Perekam Layar Android

Ada beberapa orang yang tidak nyaman memiliki smartphone dengan layar yang besar. Selain susah digenggam, smartphone layar besar juga susah untuk disimpan di saku. Nah, hal ini mungkin salah satu alasan mengapa orang banyak memilih smartphone dengan layar 4,7 inci saja.

Daftar Aplikasi Boros Baterai di Android

Daftar Aplikasi Boros Baterai di Android

Merasa baterai gadget Android cepat terkuras? Kinerja perangkat menjadi pelan? Biang keroknya mungkin adalah satu (atau lebih) aplikasi yang terpasang di perangkat bersangkutan.

Nah, aplikasi mana saja yang memboroskan baterai dan menurunkan kinerja? Jawabannya coba ditemukan oleh lembaga sekuriti AVG, yang bulan ini menganalisis perangkat Android milik lebih dari satu juta pengguna aplikasi AVG.

Hasilnya, sebagaimana dikutip Kompas Tekno dari Forbes, Sabtu (22/11/2014), ditemukan bahwa Facebook menduduki urutan teratas dari daftar 10 aplikasi Android yang menyita sumber daya alias menurunkan kinerja perangkat.
AVG
10 besar aplikasi Android yang paling rakus sumberdaya, menurut penelitian AVG Aplikasi Penghemat Baterai Android

Sebabnya disebutkan karena aplikasi jejaring sosial itu kerap melakukan koneksi untuk memeriksa notifikasi yang masuk, bahkan ketika aplikasinya sendiri sedang tidak digunakan pengguna.

Urutan kedua ditempati oleh Path, disusul Instagram di posisi keempat. Aplikasi chatting BlackBerry Messenger ternyata juga masuk dalam 10 besar deretan aplikasi paling rakus sumber daya.

Daftar aplikasi paling boros baterai didominasi oleh aneka judul game. Tak mengherankan karena kebanyakan pengguna Android menghabiskan 62 persen waktu penggunaan perangkat (tablet atau smartphone) untuk bermain game, menurut temuan AVG.
AVG
10 besar aplikasi Android yang paling boros baterai, menurut penelitian AVG

Empat urutan teratas aplikasi pemboros baterai dikuasai oleh judul-judul game bikinan King, salah satu developer game mobile terpopuler di Android.

Di luar game, ada juga sederet aplikasi lain yang juga memboroskan baterai. Lagi-lagi Facebook muncul dalam daftar ini, di urutan keenam disusul oleh Path. Tiga aplikasi Samsung, yakni AllShareCast, Chaton, dan WatchOn, masuk dalam urutan-urutan teratas aplikasi pemboros daya.
AVG
10 besar aplikasi Android di luar game yang paling boros baterai, menurut penelitian AVG

Banyak dari aplikasi di atas merupakan judul-judul populer yang "wajib" hadir di gadget Android. Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi pemborosan baterai dan kinerja tanpa harus membuang aplikasi yang bersangkutan?

AVG menyarankan pengguna untuk mematikan fungsi notifikasi serta membatasi interval refresh untuk aplikasi yang berjalan di latar belakang. Kedua hal ini bisa dilakukan dengan mengatur setting dari dalam aplikasi yang bersangkutan.

Disarankan pula untuk sering-sering membersihkan cache aplikasi karena file sampah yang terkumpul bisa berukuran sangat besar. Scrolling timeline di Facebook selama 60 detik, misalnya, disebut sudah menghasilkan file cache sebesar 5MB. Menu Clear Cache bisa ditemukan di pengaturan App Manager dalam menu setting Android.

Ini 6 Game Android Seru Berukuran Kecil

Ini 6 Game Android Seru Berukuran Kecil


Gamers yang kerap dihadapkan pada koneksi internet tak memadai, kini bisa bersenang hati. Sebab, Google telah membuat daftar game-game berukuran di bawah 25 MB di toko aplikasinya.

Selain lebih cepat diunduh, game-game tersebut juga bisa menghemat paket data kamu. Atau, bagi yang punya perangkat dengan kapasitas kecil dan tak bisa ditambah (sebut saja Xiaomi Mi4i), game-game berukuran kecil bisa jadi pilihan tepat.

Dihimpun Nextren, Senin (29/6/2015) dari PhoneArena, berikut enam game berukuran kecil pilihan yang bisa kamu coba. Game Android Ringan Terbaik

1. 10000000
PhoneArena 10000000
Jika kamu pecinta grafik dan musik jadul, puzzle, membunuh monster, mencari poin, dan membangun istana, game ini pas menemani waktu-waktu senggangmu. Permainannya sangat sederhana dengan antarmuka yang sederhana pula. Kamu cukup mengunduh dengan biaya 1,99 dollar AS atau setara Rp 26.000-an.

2. Angry Gran

Angry Gran Angry Gran

Nenek-nenek yang marah memang menyeramkan. Game ini mengilustrasikannya dengan cara kocak.

Sang nenek harus memukul semua orang di jalanan untuk mendapatkan uang dan naik ke level berikutnya. Semakin tinggi level, kecepatan si nenek berjalan bakal semakin tinggi.

Namun, ia tak boleh memukul polisi yang bertugas. Jika terjadi, polisi bakal memberi hukuman pada nenek.

3. Archery Master 3D

PhoneArena Archery Game

Bahkan, untuk game 3D, kamu bisa memilih game yang ramah kapasitas. Game memanah ini memiliki antarmuka yang realistis dengan kontrol intuitif.

Ada 20 item panahan untuk lebih dari 100 level. Kamu juga bisa main melawan teman untuk mengadu kehebatan. Game ini tersedia gratis.

4. Block Puzzle

PhoneArena Puzzle Block

Game ini kesannya mudah. Tapi dampaknya sangat candu karena tantangan yang dihadapi tiap levelnya cukup sulit. Ada sekitar 6.000 puzzle yang terakomodir di game gratis ini.

5. Grand Prix Story
PhoneArena Grand Prix Story

Ini satu lagi game dengan grafik jadul. Kamu bisa mengatur tim balap sesuka hati. Mulai dari mencari sponsor, melatih pembalap, hingga memodifikasi mobil. Tujuannya satu, agar menang pada perhelatan Grand Prix.

6. Granny Smith

PhoneArena Granny Smith


Ini dia nenek lainnya yang dikisahkan dalam sebuah game. Tapi, nenek Smith tak akan sembarangan memukul orang di jalanan. Nenek ini cuma ingin melindungi apelnya dari tangan jahil maling.

Indonesia Jadi Tuan Rumah Counter-Strike Online

Indonesia Jadi Tuan Rumah Counter-Strike Online
Kejuaraan internasional yang diselenggarakan oleh Megaxus Infotech ini akan diikuti oleh gamer dari berbagai negara.
Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah kejuaraan internasional Counter-Strike Online World Championship (CSOWC) 2015. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Megaxus Infotech ini akan diikuti oleh gamer dari berbagai negara.

Kejuaraan digelar di Kota Kasablanka, Jakarta mulai tanggal 4-8 November 2015. Tim perwakilan dari 7 negara, yaitu Cina, Hong Kong, Jepang, Korea, Taiwan, Vietnam dan Indonesia akan dipertemukan di ajang ini untuk memperebutkan total hadiah US$ 40.000.

Counter-Strike Online World Championship merupakan perlombaan e-sport yang telah dikenal secara internasional dan sudah dilaksanakan 3 kali sejak 2012. Sebelum Indonesia, ada beberapa negara lain yang menjadi tuan rumah seperti China pada 2012 dan 2013, kemudian Korea Selatan pada 2014. Setiap tahunnya ada lebih dari 5 negara peserta yang ikut kejuaraan ini. Game Android Offline

"Sebagai publisher game online di Indonesia, kami bangga dapat memenuhi antusiasme kalangan gamers dengan menghadirkan CSOWC tahun ini di Indonesia. Kami percaya ini merupakan cara lain untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional serta untuk membuktikan bahwa e-Sport merupakan industri yang prospektif di Indonesia," jelas Eva Muliawati, CEO PT Megaxus Infotech.

Untuk menyelenggarakan kejuaraan ini, Megaxus tidak sendirian. Dalam keterangannya, Jumat (6/11/2015) disebutkan, ada beberapa sponsor yang ikut membantu terselenggaranya kompetisi ini, yakni Telkomsel, MNC Play, Binus University, Kota Kasablanka dan Hotel Park Lane.

Byoungwook Ahn, Counter-Strike Online Development and Service Management Director menambahkan, "Merupakan suatu kebanggaan untuk menyelenggarakan CSOWC keempat di Indonesia, di mana game FPS banyak diminati. Kami berharap dapat melihat gamers lokal dan pengguna terus mendukung tim perwakilan negaranya untuk menjadi pemenang".

Di ajang tersebut Megaxus juga akan meluncurkan game mobile terbarunya bernama Rhtyhm & Joy. Game yang menggabungkan musik, dance dan fashion ini dapat diunduh secara gratis di perangkat iOS dan Android.

Selain itu Megaxus juga akan memperkenalkan Closers Online, sebuah game Ultra High Speed Action Fighting MORPG (Massive Online Role Playing Game) yang memiliki karakter anime yang dikembangkan oleh Naddic Games, game developer dari Korea Selatan. Closers Online yang kental dengan unsur animasinya akan membawa para gamers untuk merasakan adegan bertarung layaknya sebuah anime ketika mereka sedang memainkannya.

Closers Online dapat dimainkan secara eksklusif di Megaxus Olimpiade 2015, yaitu sebuah kompetisi Audition AyoDance dan Counter-Strike Online berskala nasional yang diikuti oleh para gamers dari Indonesia. Selama olimpiade ini berlangsung, para pengunjung dan pecinta game juga dapat secara langsung mencoba beberapa game dari Megaxus seperti Heroes of Atarsia, World in AyoDance, dan Royal Master di booth Megaxus.

8 Bahaya Tersembunyi di Balik Penggunaan Smartphone di Malam Har

8 Bahaya Tersembunyi di Balik Penggunaan Smartphone di Malam Har
Setelah hari yang panjang dan melelahkan, berbaring di tempat tidur menjadi pilihan yang tepat. Sayangnya, sebagian dari kita melakukannya sambil menatap layar smartphone, menggulirkantimeline di jejaring sosial. Padahal, cahaya yang dipancarkan layar smartphone saat hendak tidur, cukup berbahaya bagi kesehatan.

Perlu diketahui, lampu biru yang dipancarkan layar smartphone dibuat sedemikian rupa agar kita masih bisa melihat apa pun di layar smartphone, meski berdiri di bawah cahaya terang matahari. Akan tetapi, jika terpancar pada malam hari, hal ini benar-benar 'menipu' pikiran kita, seolah-olah saat itu masih siang.

Ilustrasi Cahaya dari Layar Smartphone. Kredit: Adam Hester/Blend Images

Apakah ini berbahaya? Jelas! Alasannya, ketika pikiran kita yakin bahwa saat itu adalah siang hari, hormon melatonin ditekan. Melatonin merupakan hormon yang bertanggung jawab menjaga jam biologis tubuh agar sesuai irama. Sederhananya, melatonin memungkinkan kita tahu kapan waktu tidur dan kapan waktu bangun.

Sekresi melatonin dipicu oleh gelap dan dibatasi oleh cahaya, jadi, jika pikiran kita mengira bahwa itu siang hari padahal kita hendak tidur, percayalah, akan jauh lebih sulit bagi kita untuk tidur. Sebab, tubuh kita pun masih mengira bahwa saat itu belum waktunya untuk tidur.

Tidak berhenti di situ, kebiasaan menatap cahaya smartphone di malam hari secara konsisten memengaruhi kita secara mental, fisik dan emosional dalam beberapa cara merugikan lainnya. Berikut adalah 8 bahaya tersembunyi di balik penggunaan smartphone di malam hari, yang dihimpun dari Fit Life.

ZX Spectrum Vega+ Terdaftar di Indiegogo

ZX Spectrum Vega+ Terdaftar di Indiegogo
Di awal 80-an, sebelum mendapat gelar Sir, Clive Sinclair dikenal dengan inovasinya dengan ZX81 dan ZX Spectrum.

Setelah tahun lalu Sinclair ZX Spectrum Vega kurang sukses setelah diperkenalkan, kini Sinclair mencoba kembali dengan memperkenalkan versi handheld-nya yang bernama Vega+.

Seperti seri Vega sebelumnya, Vega+ tetap mempertahankan konektor TV dengan layar LCD yang terpasang di bodi handheld. Di dalam handheld ini sudah pre-loaded 1000 judul gim ZX Spectrum, dan bisa mengunduh gim tambahan dengan cuma-cuma.
ZX Spectrum Vega+, konsol klasik dengan bentuk lebih mobile (Foto: Geek.com)

ZX Spectrum Vega+ saat ini sudah terdaftar di Indiegogo dengan target Rp. 2 miliar agar handheld konsol ini dapat masuk tahap produksi.

Dilansir dari Independent, Minggu (20/2/2016), 48 jam setelah terdaftar di Indiegogo, proyek ini sudah mencapai target, di mana pada saat tulisan ini diterbitkan, sudah lebih dari 1.375 backers berkontribusi dengan total Rp 2,8 miliar.

Pengembangan teknologi yang digunakan pada hendheld klasik ini dipimpin langsung oleh Chris Smith--otak dibalik teknologi seri ZX Spectrum.

Sedangkan untuk desain bodi hendheld konsol dipegang langsung oleh Rick Dickinson, pria di balik desain unik Sinclair ZX80, ZX81, ZX Spectrum dan QL-.

Retro Computers mengatakan jika saat ini prototipe Vega+ sudah siap untuk diproduksi dan dijadwalkan untuk merilis Vega+ pada September 2016 mendatang.